Wanitaindonesia.co - Sukses di dunia peran tak serta-merta membuat pengagumChristine HakimdanJeniffer Anistonini puas diri. Setelah berhasil membuktikan kekuatan akting di film debutnya, finalis Gadis Sampul 2004 ini tak ingin membatasi langkahnya. Ia melirik bakat lain yang dimilikinya untuk dikembangkan, yaitu olah suara.
Tahun 2006, Ayushita yang sudah hobi menyanyi sejak kecil memberanikan diri ikut audisi menjadi pemeran sekaligus pengisi soundtrack film Bukan Bintang Biasa yang dibuat olehMelly Goeslaw.“Terus terang, yang menarik hati saya untuk mau ikut audisi adalah karena nama besar Melly. Selain itu, berarti saya bisa melakukan 2 hal yang saya sukai sekaligus, yaitu berakting dan bernyanyi,” katanya, antusias. Ayu mengaku senang ketika akhirnya dirinyalah yang terpilih. “Ini membuka jalan baru bagi saya di dunia tarik suara,” ujarnya antusias. Setelah Bukan Bintang Biasa dirilis, nama Ayu pun mulai dikenal sebagai penyanyi sekaligus aktris. Ayu mengeluarkan beberapa single, di antaranya Tak Mau Sendiri (2007), Jangan Bilang Tidak (2007), Tuhan Beri Aku Cinta (2008), Apa Ini Cinta (2013), Fufu Fafa (2013), dan album solo Morning Sugar (2013).
Tahun ini, Ayu tengah mempersiapkan single baru yang diproduseri pemain bas band indie, White Shoes & The Couples Company,Ricky Virgana. Ide itu tebersit ketika salah seorang produser di Amerika yang merilis album White Shoes terkesan dengan penampilan Ayu dalam video ‘Heard it On’ yang dipunggah ke YouTube. “Langsung saja saya ditawari oleh Ricky dan harapannya single baru saya nanti bisa dipasarkan di Amerika juga,” kisahnya.
Meski telah berhasil mengeksplorasi bakatnya di banyak bidang, mulai dari modeling, akting, presenting, hingga tarik suara, Ayu ternyata tetap menomorsatukan pendidikan. Ia sudah menyelesaikan kuliahnya di jurusan Performing Arts & Communications di London School of Public Relations empat tahun lalu. “Selama berkuliah saya justru mengerem seluruh kegiatan entertainment saya. Sebab, saya percaya untuk berhasil di satu bidang harus mengerjakannya dengan totalitas dan fokus,” jelasnya.
Diam-diam Ayu juga sudah mempersiapkan dan mulai merajut cita-citanya yang lain untuk menjadi pebisnis yang berhasil. Di sela seabrek kesibukannya mempersiapkan single baru, syuting sinetron komedi Salon CiMey yang sedang ditayangkan Kompas TV, maupun menjadi presenter, MC, dan bintang iklan, Ayu juga sibuk mengurusi usaha restoran yang telah dijalankannya sejak tahun 2006. “Usaha ini kerja bareng Mama dan sahabatnya. Saya membantu marketing dan proses rebranding-nya dua tahun lalu,” kata Ayu. Restoran bernama Uncle Rood’s yang bertempat di Kemang Food Fest itu dulunya hanya berupa stan kecil dan hanya bisa melayani take away. Tapi, kini sudah ada kemajuan dan berkembang menjadi restoran yang asyik untuk nongkrong. Ayu sengaja memilih usaha di bidang kuliner sesuai dengan passion-nya. “Kami sekeluarga besar memang sangat suka memasak.” Beberapa masakan andalan keluarga yang digemarinya adalah bistik, sup buntut, dan rawon. “Meskipun saya penyuka masakan tradisional, saya lebih lihai memasak masakan Jepang atau Italia karena lebih mudah membuatnya,” kata anak kedua dari tiga bersaudara ini. Selain sibuk menjalankan bisnis kuliner, baru-baru ini Ayu juga mulai melirik usaha pembuatan sepatu. “Kebetulan pacar saya pernah belajar desain dan maniak sepatu. Akhirnya, kami kepikiran untuk memproduksi sendiri sepatu berbahan dasar kulit. Dia yang desain, saya yang bantu jual dari mulut ke mulut,” jelas kekasih Aditya Danandayu ini. Menurutnya, selagi muda dan ada kesempatan, apa pun harus dicoba. “Bahkan, sudah sejak lama, tiap tahun baru saya menulis daftar hal baru apa yang ingin saya coba dan kerjakan. Urusan berhasil atau tidaknya, itu masalah belakangan. Yang penting berani mencoba saja dulu,” sarannya, menutup pembicaraan. (wi)
Wanitaindonesia.co - Menjadi perempuan tidak menjadi hambatan untuk membuat hal-hal baru ataujadi seorang pemimpin. Sejak dulu ada pahlawan perempuan seperti R. A. Kartini yang sangat memperjuangkan hak-hak perempuan. Jasanya untuk mengusung pendidikan bagi kaum perempuan menunjukkan, perempuan juga memiliki andil yang besar bagi kemajuan bangsa Indonesia. Meski sosok Kartini sudah tiada, sekarang ini sudah hadir Kartini-Kartini masa depan yaitu perempuan Indonesia yang inspiratif dan pantas dijadikan panutan.
Perempuan-perempuan ini punya prestasi di bidangnya masing-masing dan memberikan pengaruh sangat besar di Indonesia. Tidak cuma mendapatkan prestasi buat diri sendiri saja, tetapi mereka juga bisa membuat perubahan untuk hal yang lebih baik dan bermanfaat untuk banyak orang.
Perempuan-perempuan Indonesia ini sangat menginspirasi karena kinerja dan perjuangannya, bukan karena sensasi belaka. Penasaran tidak dengan para perempuan inspiratif tersebut? Yuk kita simak beberapa di antaranya.
Masriyah Amva, biasa dipanggil Nyai Masriyah, merupakan pemimpin Pondok Pesantren Kebon Jambu Al Islamy di Cirebon, Jawa Barat. Beliau merupakan sosok yang sangat ramah serta dikagumi oleh para santrinya karena berhasil melakukan banyak terobosan. Ia adalah ulama perempuan inspiratif, dan dalam perjalanannya, tentu saja ia banyak menghadapi banyak tantangan.
Tumbuh di lingkungan pesantren, ayah dan kakek Nyai Masriyah merupakan para ulama terkemuka di Cirebon. Orang tuanya lumayan progresif. Sang ayah, Amrin Khanan ingin semua anaknya menjadi ulama. Nyai Masriyah kemudian belajar di Pesantren Al-Muayyad Solo dan Pesantren Al-Badi’iyyah Pati di Jawa Tengah, serta Pesantren Dar Al-Lughah wa Da’wah di Bangil, Jawa Timur.
Sebagai seorang ulama perempuan yang berteguh pada interpretasi ajaran Islam yang berkesetaraan gender, Nyai Masriyah bukanlah sosok yang suka memaparkan banyak teori. Ia lebih suka memberikan contoh dalam perbuatan sehari-hari atau lewat perbincangan santai bersama santri dan guru.
“Saya sering mengarahkan mereka bahwa perempuan dan laki-laki itu memiliki kesadaran dan kesempatan yang sama, kalau sandaran kita sama. Kalau perempuan bersandarnya kepada Tuhan, laki-laki juga begitu. Maka, kekuatannya sama,” kata Nyai Masriyah
Lulusan Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini telah berkecimpung di bidang pertambangan selama lebih dari 30 tahun. Ia sudah pernah di berbagai posisi di bidang tersebut, mulai dari engineer, superintendent, general manager, hingga direktur.
Sekarang, ia menjabat sebagai Direktur HSE Corporate di Sinar Mas Mining. Sebelumnya, perempuan inspiratif ini juga pernah menjadi direktur operasional di PT Borneo Indo Bara.
Sepak terjang Retno di bidang pertambangan membuahkan penghargaan untuknya pada 2020 lalu sebagai Best Woman in Mining ajang Temu Profesi Tahunan Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) ke-29.
Populer karena karakternya yang tegas dan komentar-komentar kritisnya terhadap pemerintah, Susi Pudjiastuti dikenal masyarakat sejak ia diberi mandat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) pada periode lalu.
Perempuan inspiratif Indonesia ini lahir di Pangandaran, Jawa Barat, pada 15 Januari 1965. Ia memulai kariernya sebagai pengusaha perempuan pada tahun 1983 sebagai distributor makanan laut. Dari situ, bisnisnya pun berkembang dan pada tahun 1996 meluncurkan PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan nama produk “Susi Brand”. Ia juga mulai melebarkan sayapnya di Asia dan Amerika.
Permintaan yang semakin besar atas produk PT ASI Pudjiastuti menimbulkan kebutuhan untuk transportasi udara untuk distribusi. Pada tahun 2004, Susi mendirikan perusahaan penerbangan PT ASI Pudjiastuti Aviation yang mengoperasikan pesawat Cessna 208 Caravan. Pesawat Cessna tersebut diberi nama Susi Air. Pesawat ini dipakai Susi untuk pengiriman makanan laut segar ke Jakarta, serta Singapura, Hong Kong, dan Jepang.
Perempuan inspiratif asal Indonesia ini membangun perusahaan kosmetik dan berbagai layanan kecantikan Martha Tilaar Group. Martha memulai usahanya dari nol, memulai dari modal yang sedikit, dengan mengubah garasi rumahnya. Meski ia lulusan akademi kecantikan di Amerika Serikat, perjalanan karier yang kemudian ditempuhnya ketika pulang ke Tanah Air tidaklah mudah.
Martha, yang lahir pada 1937 dengan nama Martha Handana, mengatakan bahwa cara pandang, sistem, dan budaya di masyarakat terkait perempuan sering kali menyandung langkah mereka dalam berkarier.
Menurutnya, dahulu itu perempuan kalau mau berutang ke bank itu sangat sulit karena pihak bank tidak percaya. Akhirnya, ia pergi ke Singapura untuk meminjam ke bank sebagai modal usaha. Di Indonesia menurutnya sangat aneh karena perempuan dipersulit untuk membuka usaha, padahal sudah ada prestasinya.
Keberhasilan kariernya tidak membuat Martha berhenti pada keinginan untuk membuat produk dan layanan kecantikan demi profit semata. Ia juga punya cita-cita kuat untuk bisa memberdayakan perempuan dan mengajarkan esensi kemandirian finansial sebagai sebuah hal penting yang bisa menyelamatkan mereka. Salah satu cita-citanya adalah untuk mencegahperdagangan perempuan.
Awalnya, perempuan inspiratif Indonesia ini tidak punya niatan untuk terjun dalam dunia bisnis. Saat muda, ia lebih terarik dalam bidang hukum dan bercita-cita masuk sekolah hukum di Universitas Indonesia atau Universitas Gadjah Mada. Namun, sang ayah menyarankan Anne untuk sekolah ke Amerika Serikat.
Pada 1990, ia bersekolah di University of Southern California (USC), AS, mengambil jurusan teknik kimia. Saat ia sudah menginjak semester dua, ayahnya terserang penyakit stroke. Akibatnya, perusahaan harus dijalankan oleh anak-anaknya, namun saat itu kakak Anne tidak bersedia.
Akhirnya ia berbicara ke ayahnya untuk melanjutkan bisnis yang ayahnya sudah bangun. Pada tahun 1992, Anne lulus kuliah dan sesuai dengan janjinya pada sang ayah, ia pun langsung bekerja di PT Kayu Lapis. Ia langsung menghadapi tantangan karena dianggap tidak memiliki latar belakang bisnis.
Dari sana ia berpikir bahwa ilmunya mungkin masih sangat kurang, dan memutuskan untuk kuliah lagi dan mengambil program MBA di bidang keuangan di AS selama satu tahun. Setelah lulus, ia langsung kembali ke PT Kayu Lapis, namun ternyata pamannya tetap tidak menerima Anne. Ia pun didepak keluar di pertengahan 1996 dan pindah ke tempat lain.
Saat ia mau dipanggilinterview, paman dari pihak ibu mengajak Anne untuk mengakuisisi PT Pan Brothers. Awalnya ia memang sedikit enggan sebab tidak mau menghadapi situasi kerumitan hubungan keluarga yang sama seperti di PT Kayu Lapis. Namun, sang paman menjanjikan akan memperlakukan Anne sama dengan pegawainya yang lain, dan ia akan mengarahkan Anne secara langsung. Saat ini, Anne menjabat sebagai wakil CEO di PT Pan Brothers.
Selama pandemi, PT Pan Brothers justru mencatatkan penjualan sebesar US$326 juta sepanjang semester I 2020, naik 15 persen dari US$284 juta pada semester I tahun 2019. Ini tidak lepas dari kiprah Anne selama bekerja di sana. Pengalaman-pengalaman yang ia dapat selama bertahun-tahun secara tidak langsung telah mematangkan kemampuannya dalam berbisnis dan beradaptasi dengan segala situasi sampai sekarang.
Ines Atmosukarto merupakan seorang peneliti vaksin dan doktor di bidang Biokimia dan Biologi Molekuler di Universitas Adelaide Australia, tempat ia menempuh pendidikan S1 sampai S3. Ia kini menjadi CEO perusahaan Australia, Lipotek Pty, Ltd, perusahaan rintisan di bidang bioteknologi yang berpusat di Canberra, Australia. Perusahaan ini berfokus pada pengembangan teknologi vaksin, objek yang menjadi pusat perhatian seluruh dunia saat ini.
Ternyata sosok perempuan inspiratif ini merupakan perempuan ilmuwan Indonesia pertama, dan satu dari lima ilmuwan dunia yang berhasil mendapatkan UNESCO L’Oreal Fellowship for Women in Science pada 2004.
Dian Eka Purnama Sari merupakan perempuan inspiratif Indonesia yang sekarang ini sedang sibuk mengembangkan sebuah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), yang sebelumnya masih dikelola oleh kedua orang tuanya.
Alih-alih memilih banyaknya alternatif pekerjaan yang ditawarkan kota-kota besar bagi lulusan universitas seperti dia, perempuan 23 tahun itu malah mengambil pilihan yang penuh tantangan di lingkaran ekonomi skala lokal, yakni di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dalam semangat yang dibawanya, Dian ingin memulai inovasi digital dari pelaku UMKM, yang menurutnya belum banyak dikerjakan oleh pengusaha Lombok.
Ketergantungan para pelaku UMKM pada acara-acara kerajinan yang diselenggarakan pemerintah–dan kini jadi sepi lantaran pandemi–membuat banyak UMKM perlu memutar otak dalam bertahan di situasi penuh kemungkinan ini. Namun, dalam upaya Dian keluar dari situasi tersebut, ia kerap terjebak dalam perdebatan dengan orang tuanya yang masih menganggap pasar digital bukanlah hal yang mesti disentuh.
Itulah tujuh perempuan inspiratif asal Indonesia yang bisa kamu jadikanrole model. Masing-masing punya prestasi di bidangnya sendiri dan tidak pernah menyerah untuk mendapatkan kesuksesannya.
Wanitaindonesia.co - Atlet senam perempuan Amerika Serikat Simone Biles baru saja memberi kabar mengejutkan kemarin di tengah perhelatan olahraga akbar Olimpiade Tokyo 2020.Perempuan kulit hitamkelahiran 14 Maret 1997 ini urung hadir dalam final tim beregu putri, (27/7) setelah penampilannya dinanti-nantikan publik mancanegara.
Setelah meninggalkan tim beregu putri sebelum final berlangsung, dan berujung pada diraihnya medali perak oleh tim AS, Biles berbicara kepada pers tentang keputusannya itu. Ia mengaku tidak sedang mengalami cedera fisik, tetapi ia merasa vault (salah satu manuver dalam senam lantai menggunakan meja lompat) yang dilakukannya masih kurang, dan Biles khawatir itu berdampak buruk terhadap performa timnya.
Sesaat sebelum Biles mundur, ia berencana melakukan Amanar, salah satu vault terpelik dalam senam lantai putri. Namun, ia gagal melakukannya dengan sempurna.
“Saya merasa lebih baik bila saya duduk di belakang dan berfokus pada mindfullnesssaya. Saya tidak mau tim berisiko kehilangan medali karena kesalahan saya,” kata Biles.
Simone Biles Peduli Isu Kesehatan Mental
Sebagai atlet senam perempuan Amerika yang prestasinya diakui dunia, Biles merasakan betul beban besar yang diembannya. Hal ini ditulisnya dalam sebuah unggahan di akun Instagram, @simonebiles, (26/7).
“Ini bukanlah hari yang mudah atau yang terbaik dari saya, tapi saya melaluinya. Saya benar-benar mengemban beban berat di pundak saya berulang kali. Saya tahu, saya mencoba mengabaikannya dan membuat tekanan itu tidak terlihat memengaruhi saya. Sialnya, kadang ini berat, hahaha! Olimpiade bukanlah hal remeh!” tutur Biles.
Dalam kesempatan lain, Biles juga mengakui betapa stresnya ia menjalani persiapan tampil di Olimpiade. Ia bahkan sempat gemetar dan sulit istirahat, suatu hal yang tidak pernah ia alami dalam kompetisi-kompetisi terdahulu.
“Saya mencoba keluar, bersenang-senang dan setelah pemanasan, saya merasa lebih baik. Namun begitu saya datang ke sini [arena kompetisi], saya merasa, tidak, mental saya tidak di situ. Saya perlu teman-teman tim saya melakukannya [melanjutkan kompetisi] dan berfokus pada diri saya sendiri,” kata Biles.
Pernyataan-pernyataan Biles ini menunjukkan betapa tinggi kesadarannya akan pentingnya kesehatan mental bagi orang-orang yang terus disoroti publik seperti dirinya. Dalam Huffingtonpost dinyatakan, Biles mengambil keputusan besar ini karena terinspirasi dari tindakan atlet tenis dunia asal Jepang, Naomi Osaka, yang juga menekankan hal serupa dalam dunia olahraga. Pada Mei 2021 lalu, Osaka pun sempat menarik diri dari kompetisi French Open dengan alasan mengutamakan kesehatan mentalnya.
Kita harus melindungi tubuh dan pikiran kita, rasanya buruk sekali saat kamu berkelahi dengan isi kepalamu sendiri.
Ucapan-ucapan Biles lainnya kepada pers sehubungan dengan kesehatan mentalnya mengandung pesan besar nan menguatkan bagi orang-orang, tidak hanya di kalangan atlet, tetapi juga masyarakat secara umum.
“Kita harus melindungi tubuh dan pikiran kita, rasanya buruk sekali saat kamu berkelahi dengan isi kepalamu sendiri,” kata Biles.
Atlet Senam Perempuan AS yang Ukir Sejarah
Meski banyak orang menyayangkan keputusan Biles, upayanya mengusung kesadaran akan kesehatan mental tersebut patut diacungi jempol, begitu pula sederet prestasi yang sudah diraihnya.
Britannica mencatat, Biles telah tertarik pada senam sejak berusia enam tahun. Sejak itu, ia mengasah minat dan bakatnya di bawah didikan pelatih Aimee Boorman dan dipayungi oleh Bannon’s Gymnastic. Capaian awal Biles mencakup medali emas dalam kategori floor exercise dan perunggu dalam kategori vault pada ajang Women’s Junior Olympic National Championships 2010.
Sumber: Reuters/Lindsey Wasson
Usaha dan determinasi Biles mengantarkannya kemudian pada capaian-capaian lebih membanggakan. Pada 2013, ia memenangi gelar all-around dalam kejuaraan senam dunia yang pertama kali dia ikuti. Tahun itu, ia menjadi perempuan Afrika-Amerika pertama yang meraih gelar tersebut. Dua tahun berturut-turut setelahnya, Biles terus mencetak kemenangan di ajang serupa.
Kemenangan-kemenangan Biles ini membuatnya mengukir sejarah sebagai atlet senam Amerika (baik dari kategori laki-laki maupun perempuan) yang paling banyak mengantongi medali dari kejuaraan dunia. Tidak hanya itu, 10 medali emas dari kejuaraan dunia yang diraihnya juga menjadi jumlah paling tinggi yang pernah dicapai atlet senam perempuan dalam sejarah olahraga.
Pada November 2018, meski sempat mengalami masalah batu ginjal, Biles kembali menorehkan prestasi dengan memenangi enam medali dalam Kejuaraan Dunia di Doha, Qatar. Catatan gemilang ini dibuatnya setelah sempat hiatus dari kompetisi senam pada November 2016, dan baru kembali pada Juli 2018. Dilansir situs resmi Federasi Senam Internasional, keputusan Biles untuk mengosongkan waktu dari kompetisi senam tidak lepas dari keinginannya untuk lebih memperhatikan dirinya dulu dan menikmati masa sekarang.
Penulis autobiografi bertajuk Courage to Soar (2016) ini juga dikenal di dunia olahraga karena telah melakukan berbagai gerakan senam fenomenal yang akhirnya dikenal dengan namanya, “The Biles”. Vault ini merupakan pembaruan dari vault “Cheng”, yang terkenal sebagai salah satu vault paling sulit, dan dilakukan pertama kali oleh Biles dalam kamp seleksi Kejuaraan Dunia 2018. Keberhasilannya menampilkan vault ini dalam proses kualifikasi membuat namanya terpatri untuk manuver tersebut. Sampai Juli 2021, belum ada orang lain yang berhasil menaklukkan vault Biles ini. Selain vault, nama Biles juga diabadikan dalam gerakan di kategori balance beam dan floor exercise.
Di samping itu, belum lama ini Biles juga menaklukkan vault Yurchenko double spike yang dianggap sangat berbahaya sehingga tidak ada pesenam perempuan lain yang mencobanya. Risiko yang ditimbulkan bila vault ini gagal dilakukan adalah cedera leher atau kepala yang serius. Keberhasilan Biles melakukannya setelah 18 bulan tidak berkompetisi akibat pandemi viral di media dan semakin mengilapkan kariernya.
Kendati telah melakukan manuver sulit tersebut, juri memberinya nilai 6,6, poin yang di bawah ekspektasi Biles. Dalam berita The New York Times Mei lalu, terdapat spekulasi bahwa salah satu alasan juri melakukan hal itu adalah adanya perhatian terhadap masalah keselamatan para pesenam yang tidak semahir Biles. Dengan memberi nilai awal rendah, federasi diam-diam mendorong pesenam lain untuk tidak melakukannya. Ada juga dugaan bahwa hal ini terjadi lantaran ada kekhawatiran Biles terlalu jago sehingga ia bisa saja melenggang mulus di kompetisi mana pun, tidak seperti kompetitor lainnya.
Kendati ada kondisi seperti ini, Biles tidak ragu untuk kembali melakukan vault ini kemudian hari. Ketika ditanya alasannya, ia menjawab, “Karena saya mampu”.
Simone Biles Alami Kekerasan Seksual sebagai Atlet
Di balik catatan-catatan membanggakan Biles, rupanya atlet senam perempuan Amerika ini punya pengalaman kelam sebagai korban kekerasan seksual selama terjun di dunia olahraga.
Pada Januari 2018, The Guardian mewartakan, Biles menjadi salah satu korban kekerasan seksual dokter tim senam AS, Larry Nassar. Laki-laki ini telah divonis penjara 60 tahun akibat kasus pornografi anak, dan sudah melakukan kekerasan seksual terhadap lebih dari 140 perempuan dan anak perempuan dengan modus perawatan medis.
Saya juga satu dari banyak penyintas yang mengalami kekerasan seksual dari Larry Nassar… Ada banyak alasan yang membuat saya enggan menceritakan hal ini, tetapi sekarang saya tahu, ini bukan salah saya.
Biles membuat pengakuan panjang lewat Twitternya yang mengundang banyak simpati. Melekatkan tagar #MeToo dalam unggahannya, Biles mengungkapkan, “Banyak dari kalian yang mengenal saya sebagai sosok periang dan energik, tetapi saya belakangan merasa sedikit hancur dan semakin saya mencoba bungkam, suara di kepala saya makin lantang terdengar… Saya juga satu dari banyak penyintas yang mengalami kekerasan seksual dari Larry Nassar. Percayalah saat saya berkata ini jauh lebih sulit untuk mengungkapkannya terang-terangan pada awalnya dibanding sekarang saat saya menuliskannya di atas kertas. Ada banyak alasan yang membuat saya enggan menceritakan hal ini, tetapi sekarang saya tahu, ini bukan salah saya.”
Perkara kekerasan seksual pada atlet senam perempuan seiring dengan seksualisasi terhadap mereka. Hal tersebut belum lama ini diangkat oleh para atlet senam perempuan dari Jerman yang memilih memakai longtards (dikenal juga dengan unitards), pakaian panjang yang menutupi tubuh atlet dan biasanya dipakai untuk alasan religius saja, dalam Olimpiade Tokyo 2020.
Dikutip dari Business Insider, aksi protes terhadap seksualisasi pesenam ini dimulai sejak April lalu saat atlet senam Jerman Sarah Voss mengenakan pakaian serupa di Kejuaraan Senam Artistik Eropa.
Dalam wawancaranya dengan BBC, Voss mengatakan aksi tersebut dilakukannya agar para pesenam muda lainnya merasa aman.
Wanitaindonesia.co - Angelina Jolie, seorang bintang Hollywood dan perwakilan khusus dari UNHCR baru saja melakukan wawancara dengan atlet dari IOC Refugee Olympic Team, Olimpiade Tokyo 2020. Salah satunya adalah kisah perenang Yusra Mardini yang berenang selama 3,5 jam di Laut Aegea, setelah melarikan diri dari Suriah yang dilanda perang.
Angelina Jolie mengobrol virtual dengan Yusra Mardini, perenang Paralimpiade menjelang Olimpiade Tokyo 2020 dan Paralimpiade. Yusra Mardini mendapatkan pujian atas keberaniannya yang luar biasa.
Saat itu, sampan yang membawanya, kakak perempuannya, dan banyak orang lain, mogok setelah berhasil meninggalkan Turki. Yusra Mardini dan kakak perempuannya merupakan satu di antara jutaan orang lainnya yang melintasi beberapa negara secara ilegal, seperti dilansir dari scmp.com.
"Sejujurnya, saat saya bicara tentang cerita ini, banyak orang menyebut saya pahlawan dan saya berterima kasih untuk itu. Tapi, ini hanya salah satu dari jutaan cerita lainnya," ungkap Yusra Mardini.
Kakak perempuan Yusra adalah orang pertama dari sampan tersebut yang melompat ke air, disusul oleh Yusra sendiri yang melompat dari sisi lainnya. Sebelum masuk ke air, kakak perempuannya memberi tahu Yusra jika terjadi sesuatu, ia menyuruh Yusra untuk berenang pergi dan tidak menunggunya.
Setelah 3,5 jam, mereka sampai di pantai. Mereka melemparkan semua ke dalam air, jadi Yusra sampai di pantai tanpa sepatu, hanya celana jeans, t-shirt, dan tas kecil tempatnya menyimpan telepon dan uang.
Yusra Mardini dan kakak perempuannya berhasil tiba di pantai setelah berenang 3,5 jam
Yusra Mardini berenang 3,5 jam hindari perang di Suriah. Foto: Instagram.
Yusra Mardini mulai dikenal sejak video tentang kisahnya dirilis oleh Time 100 yang membuat daftar tahunan tentang siapa yang mereka anggap sebagai 100 orang paling berpengaruh di dunia. Tim pengungsi terdiri dari 29 orang dan mereka menjadi regu pengungsi kedua yang berlaga di Olimpiade, setelah debut di Rio pada tahun 2016.
Yusra Mardini juga mengambil bagiannya di antara para atlet yang berlaga di Olimpiade Rio. Yusra juga pernah mewakili Suriah di Fina World Short Course Championships pada tahun 2012.
Ia dan kakak perempuannya sudah belajar berenang sejak keduanya masih muda, didorong oleh sang ayah. Bagaimana menurutmu, Ladies?
Wanitaindonesia.co -Baru patah hati, paru putus cinta, baru dikhianati, atau baru mengalami pengalaman yang melukai hati? Ketika hati sedang tidak baik-baik saja, memang rasanya dunia runtuh. Bahkan seakan sudah tak punya harapan untuk melanjutkanhiduplagi. Untuk menjalani hari-hari seperti biasa pun rasanya akan sulit sekali.
Hanya saja kadang dengan menyibukkan diri, kita bisa menemukan peluang dan kesempatan baru untuk memulihkan diri dan perasaan. Bersedih dan menangis boleh saja, bahkan sangat dianjurkan untuk meringankan beban dan perasaan. Namun, setelah itu, kita perlu perlahan bangkit. Kadang di balik perempuan yang menyibukkan diri, ada hati yang sedang ia coba perbaiki.
Menyibukkan Diri Menghadirkan Harapan Baru
“No one knows what you have been through or what your pretty little eyes have seen, but I can reassure you ~ whatever you have conquered, it shines through your mind.”― Nikki Rowe
Semakin lama kita membiarkan diri tenggelam dalam kesedihan, semakin sulit dan berat nantinya kita untuk bisa bangkit dan meraih cahaya kembali. Meski mungkin tidak mudah, kita tetap perlu melangkah ke depan. Tak perlu terburu-buru. Menyibukkan diri dengan melakukan hal-hal yang kita suka bisa cukup menghadirkan hiburan untuk kita, bahkan bisa menghadirkan harapan baru untuk kita bisa memiliki kekuatan yang lebih besar melangkah ke depan.
Menyibukkan Diri Menyadarkan Kita akan Kekuatan yang Kita Punya
“I may be in pain, but I am not weak.”― Veronica Roth, Carve the Mark
Saat hati kita terluka dan sedih, pastinya kita merasakan sakit yang luar biasa. Pulihkan diri dengan cara yang paling nyaman. Imbangi juga dengan melakukan hal-hal yang membuatmu merasa bersemangat. Kadang dengan menyibukkan diri, kita baru akan menyadari bahwa kita punya kekuatan yang lebih besar untuk bisa selalu bangkit dari keterpurukan.
Hati Bisa Pulih dengan Cara yang Tak Pernah Kita Duga
“Dear self,Be brave enough to face every obstacle that comes in waves. It helps you to become a great warrior.” ― sophieya
Kadang dengan menyibukkan diri, kita bisa sejenak melupakan rasa sakit dan kesedihan yang kita rasa. Saat kita sudah mengisi hari-hari kita dengan berbagai hal, kita akan menyadari bahwa begitu banyak hal yang masih perlu diperjuangkan. Dari sini bahkan kita akan menyadari bahwa hati bisa sembuh dengan cara yang tak pernah kita duga. Kesedihan yang ada bisa memudar dengan cara yang tak pernah kita sangka.
Hati Bisa Diperbaiki dengan Cara yang Kita Pilih Sendiri
“When the fighter steps into the ring, she knows deep in her heart when she looks out into the crowd that there are people who wish to see her fall. Win or loose the fighter...will always get back up again.”― Judy Prescott Marshall, Be Strong Enough
Masing-masing dari kita punya cara dan pilihan sendiri dalam memulihkan diri dan menghapus kesedihan. Kita bisa memilih cara kita sendiri untuk memperbaiki hati. Bila menyibukkan diri dengan hal-hal bermanfaat bisa membuat perasaanmu lebih baik, maka lakukan. Hanya saja jangan lupa untuk tetap meluangkan waktu dan jeda untuk beristirahat, ya.
Menyibukkan Diri Bisa Menjadi Salah Satu Cara untuk Menghargai Hidup
“Strength isn’t something we all naturally have, it is something we do and then become”― Rachel D. Greenwell, How To Wear A Crown: A Practical Guide To Knowing Your Worth
Kita tak selalu kuat menjalani ujian dan cobaan hidup. Meskipun begitu, kehidupan ini tetap layak untuk diperjuangkan sebaik mungkin. Apa pun masalah dan kegelisahan yang sedang kamu hadapi saat ini, semoga kamu bisa senantiasa kuat bertahan, ya. Yakinlah selalu ada kekuatan baru yang tumbuh dari dalam dirimu untuk mengatasi setiap permasalahan yang ada.
Bagi yang saat ini masih berjuang untuk memulihkan diri dan memperbaiki hati, semoga jalanmu dimudahkan. Semoga hari-harimu ke depannya bisa dijalani dengan lebih ringan.