Generasi Z, Angkatan Kerja Masa Depan yang Suka Interaksi Tatap Muka dan Berjiwa Entrepreneur

Generasi Z, Angkatan Kerja Masa Depan yang Suka Interaksi Tatap Muka dan Berjiwa Entrepreneur

Generasi Z, Angkatan Kerja Masa Depan yang Suka Interaksi Tatap Muka dan Berjiwa Entrepreneur


Wanitaindonesia.co - Generasi Z atau Gen-Z kini mencapai 25% dari populasi dunia, lebih besar dari jumlah gen-X dan milenial. Apa yang Anda ketahui tentang generasi pekerja yang akan menggantikan posisi milenial tersebut?

Penting untuk mengetahui kepribadian Gen-Z yang mulai memasuki dunia kerja agar dapat memahami dan bekerjasama dengan mereka. Inilah karakter generasi yang lahir di antara tahun 1995 hingga 2010 tersebut.

1. Lebih Menyukai Interaksi Tatap Muka

Gen-Z gemar berinteraksi dengan cara ‘tradisional’. Tumbuh di dunia yang penuh gempuran interaksi digital, membuat mereka merindukan percakapan tatap muka antar rekan kerja. Sebuah survei yang dilakukan kepada pekerja gen-Z menunjukkan 72% di antara mereka lebih suka percakapan langsung dibandingkan melalui perantara komunikasi. Mereka lebih memilih berbincang langsung daripada melalui Skype atau Facetime.

Dengan karakter mereka yang suka berbincang secara langsung, maka sangat mudah untuk mengajak Gen-Z berdiskusi atau mengobrol di kantor.

 2. Berfokus Pada Individualitas

Gen-Z adalah generasi yang bebas sejak kecil, sehingga individualitas adalah hal penting dalam etos kerja. Diperkirakan 92% Gen-Z memiliki sejenis profil online. Sejak dini mereka sudah mengikuti profil online selebriti ternama. Gen-Z punya identitas dan suara masing-masing sejak muda, sehingga karakter individu menjadi bagian penting dari mereka. Gen-Z berharap lingkungan kerja menghargai identitas tersebut.

Dengan karakter cendrung individual, karier mereka dapat dikembangkan dengan memberikan proyek solo. Mintalah saran atau tanggapan mereka dalam pekerjaan. Tunjukkan bahwa input dan ide individual mereka memberi dampak bagi perusahaan.

3. Beri Mereka Gambaran Besar

Gen-Z suka diberikan gambaran besar dan mengetahui bagaimana pekerjaan mereka memberi dampak bagi perusahaan. Mereka ingin membuat perbedaan dan mengambil peran dalam perusahaan. Gen-Z bersemangat membangun masa depan dan membuat jejak positif untuk perusahaan tempatnya bekerja.

Gen-Z juga ingin tahu bagaimana posisi mereka memberi pengaruh pada masa depan bisnis. Berilah mereka informasi tentang berbagai kemungkinan yang terjadi melalui kerja keras dan bagaimana peran mereka dapat terus berkembang. 

4. Pekerja Keras

Banyak yang menganggap Gen-Z tak seambisius generasi sebelumnya, namun hal ini sepertinya tak berlaku di dunia kerja. Saat terjadi resesi hampir satu dekade lalu, banyak Gen-Z yang harus membantu keluarga dengan bekerja di usia muda demi penghasilan tambahan. Kemampuan mereka untuk belajar secara mandiri dan mempelajari sesuatu melalui internjet membuat Gan-Z bersikap dewasa dan mandiri.

Gen-Z Tahu apa yang dimaksud kerja keras dan tak mengeluh jika diberi beberapa tanggungjawab. Jangan remehkan mereka karena masih muda. Gen-Z siap bekerja dan bahkan beberapa di antara mereka sudah melakukannya sejak muda. Berilah mereka tugas yang tak pernah dilakukan sebelumnya karena mereka suka tantangan dan bisa mencari tahu bagaimana menyelesaikan pekerjaan tersebut.

5. Bermimpi Besar

Gen-Z disebut sebagai generasi dengan jiwa entrepreneur paling tinggi. Tumbuh di masa resesi dan perkembangan digital, mereka percaya bahwa segala hal mungkin dilakukan. Sebanyak 72% Gen-Z ingin membangun bisnis di masa depan dan menjadikan hobi sebagai pekerjaan.


Manfaatkanlah jiwa entrepreneur mereka untuk membantu bisnis Anda. Anda bisa menjadi mentor mereka dengan berbagi pengalaman, kemampuan, dan wawasan bagaimana menjadi pengusaha di masa depan. Ini sebuah hubungan yang saling menguntungkan, tak hanya membantu bisnis Anda, namun juga memberi mereka pengetahuan.

6. Kreatif

Dengan keyakinan bahwa mereka bisa melakukan apapun demi meraih mimpi, Gen-Z juga berpikir out of the box. Gunakanlah semangat kreatif mereka untuk membantu menjalani proyek atau pekerjaan digital. 


Terbukalah pada pendapat mereka dan pahami bahwa mereka bisa jadi melakukan sesuatu dengan cara berbeda karena Gen-Z suka keunikan dalam berbagai aspek kehidupan. Jika milenial optimis, maka Gen-Z realistis. Milenial bekerja untuk tampak menonjol, sementara Gen-Z bekerja demi kesuksesan. Karena itu Gen-Z berusaha memberi yang terbaik untuk mebuat bisnis Anda sukses, bukan sekadar menuntaskan pekerjaan. 

Masa depan perusahaan Anda akan cerah dengan kualitas angkatan kerja Gen-Z. Mereka bersemangat hadapi masa depan yang tak pasti, maka begitupun seharusnya Anda.(tas)

Load comments