Bacaan Pilihan Akhir Pekan: 3 Buku Pemenang Anugerah Pembaca Indonesia 2021
Gaya Hidup
Wanitaindonesia.co - Kolaborasi patjarmerah dan Festival Pembaca Indonesia 2021 telah dilaksanakan sejak tanggal 19 Juni 2021 hingga 4 Juli 2021. Walaupun pandemi COVID-19 memaksa beradaptasi dengan penyelenggaraan festival secara daring. Namun, tidak mengurangi antusias para pembaca sekaligus menjangkau pembaca dari segala penjuru Indonesia. Berikut review 3 buku peraih penghargaan Anugerah Pembaca Indonesia 2021:

Memburu Muhammad
Feby Indirani / Bentang Pustaka
Kategori Penulis dan Buku Fiksi Terfavorit Anugerah Pembaca Indonesia 2021
Kumpulan cerpen Memburu Muhammad karya Feby Indirani ini mendapatkan penghargaan Anugerah Pembaca Indonesia 2021 untuk kategori Penulis dan Buku Fiksi Terfavorit.
Memburu Muhammad adalah buku kedua dari trilogi Islamisme Magis karya Feby setelah Bukan Perawan Maria yang telah keliling berbagai kota di Indonesia, hingga Italia, Belanda, Jerman, Belgia, dan Inggris.
Buku berisi 19 cerita yang dituliskan dalam buku setebal 200 halaman ini mendapat banyak tanggapan positif. Karena kumpulan ceritanya yang menggelitik tentang keberagaman masa kini.
Ada kisah suara dari alam kematian yang menggemparkan kampung di Jakarta, kiai yang hidup kembali setelah wafat, dilema bakso terenak di dunia, pelukis yang ingin melukis Tuhan, malaikat yang mencintai dengan pedih, negeri Tuantu yang dilanda mitos dan pandemi, serta seorang yang mengaku musuh Nabi menyandera petugas kelurahan. Dikemas dalam cerita yang jenaka, sekaligus mengharukan.
Feby yang banyak beraktivitas di dunia penulisan kreatif dan jurnalisme sebagai pengajar ini mampu menghadirkan sosok tokoh yang bikin penasaran, hingga ingin terus membaca kisahnya sampai habis.
Kisah-kisahnya terasa sangat dekat dan mengajak pembaca untuk terus berkaca tentang kehidupan kita yang sangat bersinggungan dengan agama, sosial, budaya, yang kerap terlewat karena kesibukan kita. Buku yang mengajak pembaca merefleksikan diri apakah sudah menjadi seorang manusia yang baik.

Anomali: Memoar Seorang Bipolar
Elizabeth Novarina / GPU
Pemenang Kategori Penulis dan Buku Non Fiksi Terfavorit Anugerah Pembaca Indonesia 2021
Elizabeth Novarina melukiskan pengalaman dan perasaannya lewat buku Anomali; Memoar Seorang Bipolar. Perempuan yang akrab disapa Elnov itu menyuarakan tentang penyakit kejiwaan, yang diakui atau tidak masih dianggap aib, bahkan oleh orang terdekat dan keluarga. Sebab itu pula, jarang ada penderita bipolar yang berani terbuka tentang keadaannya.
Padahal, penderita sangat butuh uluran tangan dan rangkulan sekitar. Elnov menggambarkan dengan gamblang, bagaimana ia jatuh-bangun untuk menerapi jiwanya sendiri. Tidak hanya pertanyaan tentang identitas diri ‘siapakah aku’ yang menghantui Elnov. Ia juga menghadapi lingkungan sekitar yang mengusiknya melalui pertanyaan yang lazim ditanyakan pada banyak orangs eperti kapan menikah? Dan lainnya.
Namun bagi Elnov, pertanyaan-pertanyaan umum tersebut justru memekakan pikirannya. Ekspektasi-ekspektasi yang disematkan orang lain yang membuat dirinya justru merasa dirundung.
Buku yang terdiri dari 170 halaman ini bercerita dengan jernih tentang bagaimana orang dengan bipolar (ODB) yang menghadapi persoalan mental dengan dua kutub konflik, yaitu ledakan kebahagiaan dan depresi yang kelam. Ia juga memberikan informasi dasar tentang gangguan bipolar secara ilmiah tentunya.
Pada akhirnya, tekad diri, dukungan keluarga, dan lingkungan sekitar sangat berpengaruh terhadap proses kesembuhan Elnov. Selain bercerita tentang diri, Elnov juga membahas kondisi sosial saat ini yang kurang mengapresiasi perasaan seseorang.
‘PERTARUNGANKU adalah menemukan alasan untuk hidup setiap hari’. Kalimat di lembar awal bab pertama yang menghentak untuk menggambarkan betapa pertarungan berat yang harus dihadapi oleh seorang pengidap bipolar.

Percakapan Paling Panjang Perihal Pulang Pergi
Theoresia Rumthe & Weslly Johannes / GPU
Pemenang Kategori Penulis dan Buku Puisi Terfavorit Anugerah Pembaca Indonesia 2021
Theoresia Rumthe dan Weslly Johannes kembali merilis buku kumpulan puisi berjudul Percakapan Paling Panjang Perihal Pulang Pergi. Sejauh ini, pasangan penyair ini telah menulis tiga buku puisi digital.
Percakapan Paling Panjang Perihal Pulang Pergi mengambil format percakapan antara Theo dan Weslly yang menciptakan kontinuitas dari awal hingga akhir. Sesekali mereka mengambil satu kata atau frasa dari sajak sebelumnya dan memasukkannya ke sajaknya sendiri sehingga percakapan mengalir lancar dan terkadang menuju ke arah lain.
Banyak judul-judul puisi yang menarisk disimak seperti Tiap-Tiap Rahasia, Kepadamu, dan Menanti. Pesan tentang pergi, kematian, dan meninggalkan terdengar nyaring di buku Percakapan Paling Panjang Perihal Pulang Pergi ini.
Membuat kita mengingat mereka yang telah pergi; entah pergi karena tidak lagi berhubungan dekat dengan kita atau benar-benar pergi karena kematian. Buku ini juga menjadi pengingat bahwa kelak kita akan mati, meninggalkan dunia ini.
Membaca kumpulan puisi pasangan suami istri ini selalu menyenangkan dan hangat. Bersiap untuk dibuat kagum dengan pilihan kata-kata dari penulis yang kian matang ini.(wi)
