√ Ciptakan Aplikasi Yang Inovatif, Tim Arek Wedok Lolos Semifinal Kompetisi Internasional - wanitaindonesia.co

Ciptakan Aplikasi Yang Inovatif, Tim Arek Wedok Lolos Semifinal Kompetisi Internasional

Ciptakan Aplikasi Yang Inovatif, Tim Arek Wedok Lolos Semifinal Kompetisi Internasional

Ciptakan Aplikasi Yang Inovatif, Tim Arek Wedok Lolos Semifinal Kompetisi Internasional

Wanitaindonesia.coKreatif dan inovatif merupakan hal yang perlu kita miliki sebagai generasi muda. Apalagi, kalau bisa menciptakan sebuah inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Contohnya seperti deretan siswi asal Sekolah Cikal Surabaya ini, girls! Mereka berhasil menciptakan aplikasi yang inovatif sampai lolos ke semifinal kompetisi Internasional “Technovation Girls Challenge”. How cool! 

Menciptakan sebuah inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan merupakan tantangan yang nyata bagi setiap generasi muda Indonesia. Namun, dengan berbekal rasa keingintahuan yang tinggi dan kegigihan, tantangan tersebut pastinya dapat terwujud, kok!

Seperti beberapa siswi asal Sekolah Cikal Surabaya ini. Mereka berhasil menciptakan aplikasi yang inovatif dan bermanfaat untuk banyak orang. Aplikasi tersebut dijuluki dengan aplikasi “Wasteens”. 

Wasteens merupakan sebuah aplikasi penghitung kepemilikan sampah manusia yang diproduksi oleh Happy. Cewek yang punya nama lengkap Happy Sri Sholihatul Hidayah adalah murid kelas 10 Sekolah Cikal Surabaya. Ia juga dibantu oleh kedua temannya Angel dan Nays.

Happy bersama Angel dan Nays, berpartisipasi dalam kompetisi Internasional, yaitu “Technovation Girls Challenge” dan lolos ke babak semifinal, lho. Mereka mengikuti kompetisi ini, bermula dari rasa keingintahuan akan peluang kompetisi, ingin punya kesempatan untuk mengikuti sesi pelatihan remaja tanpa biaya, serta bisa mengasah kompetensinya selama belajar dari rumah.

“Pertamanya itu, wali kelas aku di Sekolah Cikal memberikan info ada lomba ‘Technovation Girls Challenge’ dengan minimal tiga orang dalam satu tim. Sehingga aku mengajak teman-teman yang kebetulan punya ketertarikan yang sama. 

Kita berpikir untuk mencoba saja, karena tidak ada uang pendaftaran dan ada 10 workshop gratis. Bagi kami, kesempatan ini lumayan banget! Jadi, kenapa nggak coba,” cerita Happy.

Meskipun gagal menang di tingkat Nasional, ternyata peluang masih terbuka lebar, girls! Happy dan timnya tetap mencoba mengunggah proposal proyek aplikasi “Wasteens” ke tingkat Internasional. 

Nah, proyek “Wasteens” yang merupakan karya Happy bersama Angel dan Nays pun lolos penjurian, hingga kini berada di sesi semifinal. Happy juga mengungkapkan, “di pengumuman tingkat nasional, kami nggak menang. Namun, kita tetap didukung untuk mencoba ke tingkat internasionalnya. Ternyata kita berhasil masuk ke semifinalnya, dan saat ini masih menunggu sesi finalnya.”

Tim yang terdiri dari Happy, Angel dan Nays ini memiliki nama yang unik yaitu “Arek Wedok”. Menurut Happy, pemilihan nama ini didedikasikan untuk mewakili kota asalnya yaitu Surabaya.

“Arek Wedok kalau dalam bahasa Inggris itu artinya ‘The Girls’. Jadi, kita ingin secara esensial membawa nama Surabaya, karena kita pun satu-satunya tim dari Surabaya. Selain itu, ajang ini memang diikuti oleh para perempuan,” ujar Happy.

Sebagai pimpinan tim Arek Wedok, Happy menceritakan bahwa ide menciptakan aplikasi hitung sampah perorangan “Wasteens” ini didasari oleh kondisi masyarakat yang masih kurang peduli dengan kepemilikan sampahnya. 

“Dimulai dari memetakan masalah yang ada di sekitar, kita berpikir bahwa sampah selalu jadi masalah utama. Kemudian, dari sana kita berpikir lagi, bagaimana caranya bisa memberikan solusi dari masalah sampah ini? Mengingat kebanyakan orang masih banyak malas mendaur ulang karena waktu dan akses alat.

Dari sinilah kita kembali menyusun apakah ada langkah tertentu yang bisa dilakukan sebelum daur ulang sampah. Nah, ide menelusuri atau tracking sampah dengan aplikasi inilah terlahir. Supaya kita tahu pemasukan sampah atau pengeluarannya juga,” jelas Happy.

Ia juga menambahkan, bahwa tim Arek Wedok berusaha keras untuk membuat aplikasi ini dalam jangka waktu 2-3 minggu saja. Aplikasi ini termasuk inovasi yang tidak pernah terbayangkan oleh banyak orang, tetapi ternyata bermanfaat untuk kehidupan kita semua.

“Kita ingin membuat aplikasi yang belum orang tahu kalau bisa ada. Tujuan akhir dari Wasteens ini, semoga orang-orang bisa menelusuri kepemilikan sampahnya masing-masing dan mereka dapat mengetahui pengeluaran sampahnya masing-masing.  Apakah sampah yang diproduksi itu banyak atau sedikit dalam kegiatan sehari-harinya,” tambah Happy yang juga memegang sistem coding aplikasi Wasteens.

Tentunya, ketiga remaja berprestasi ini mendapatkan apresiasi tinggi dari sekolah, pendidik, dan tentunya keluarga masing-masing atas keberhasilan Arek Wedok dan gagasan Wasteens di fase semifinal.

Happy bersama timnya kini sedang menunggu pengumuman di penjurian akhir kompetisi internasional “Technovation Girls Challenge” 2021. 

Semoga tim Arek Wedok bisa meraih kemenangannya, ya! Mari kita doakan yang terbaik untuk Arek Wedok dan Wasteens!

Good luck, girls!


Load comments
 

Ads Slot Right Logo

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHIPF3Mg4-9YQeeCDr9xszVuBgrwgbcy-hYPe0jQCVM-CkHlKaQAisXZkgt984jg7jgwqt58V88djQrgnHg3us469cXZLBDz7cCpyzlj-qYV0rL4KGFC0nceRmCU5iNVOXUPiypH5po0M/s728/New+Project+%25285%2529.jpg
Copyright © wanitaindonesia.co All Right Reserved

Discussion